Gusi Berdarah Saat Puasa? Jaga Kesehatan Mulut Untuk Mencegahnya

Tue, 14 June 2016 10:20
Seorang-wanita-sakit-gigi-saat-berpuasa-750x400.jpg

Umat muslim yang akan menjalankan ibadah puasa sebaiknya mempersiapkan diri dengan menjaga kesehatan mulut untuk mencegah gusi berdarah saat puasa. Kondisi rongga mulut yang sehat, tentunya akan mempengaruhi kesehatan tubuh kamu secara keseluruhan. Gangguan pada rongga mulut akan membuat penyerapan asupan nutrisi tidak maksimal. Beberapa hal ini mungkin dapat membantu kamu menghadapi gangguan gusi saat menjalankan ibadah puasa.

 

1. Kunjungi dokter gigi menjelang bulan Ramadhan

Demi mencegah gangguan gusi berdarah saat bulan suci, ada baiknya kamu mengunjungi dokter gigi menjelang bulan Ramadhan. Memeriksakan kesehatan mulut, gusi, dan gigi sebelum menjalankan ibadah puasa tentu akan membuat kamu lebih percaya diri di bulan Ramadhan.

 

2. Hukum melakukan pencabutan gigi saat berpuasa

Namun bila gangguan kesehatan gigi dan mulut tak terelakkan saat Ramadhan, mau tak mau kamu tetap harus melakukan pengobatan. Apalagi jika infeksi yang terjadi pada gigi atau gusi menimbulkan nyeri hebat dan disertai demam. Tapi, bagaimana sebenarnya hukum melakukan pencabutan gigi saat berpuasa? Mengingat akan adanya tindakan injeksi anestesi dan pendarahan pasca pencabutan.

 

Nyatanya, cairan anestesi yang dimasukkan melalui jarum suntik ke dalam pembuluh syaraf tidak akan mencapai perut, tidak bertujuan untuk memberi asupan nutrisi, ataupun menimbulkan rasa kenyang. Karena itu tidak diperselisihkan lagi bahwa tindakan injeksi anestesi hukumnya tidak membatalkan puasa.

 

Hal ini berbeda dengan cairan infus yang mengandung unsur sari makanan. Karena meskipun prakteknya tidak memasukkan makanan atau minuman seperti halnya makan dan minum yang sesungguhnya, namun orang yang bersangkutan memperoleh daya hidup dan tambahan energi. Jika memang orang yang bersangkutan sedemikian sakitnya sehingga memerlukan cairan infus maka ia diperbolehkan untuk berbuka.

 

3. Gusi berdarah, puasa batal?

Lalu, apakah gusi berdarah membatalkan puasa? Darah yang keluar dari gigi atau gusi seseorang tidak bersifat membatalkan puasanya asalkan tidak sampai tertelan. Seperti yang telah diketahui, darah sendiri merupakan salah satu najis yang hukumnya haram untuk ditelan. Karena itu darah yang keluar dari gusi, wajib untuk diludahkan segera. Namun jika darah tersebut keluar terus menerus dan tidak terelakkan untuk tertelan setelah kita berupaya untuk tidak menelannya, maka insya Allah tidak membatalkan puasa. Allah SWT berfirman,

 

Tidak ada dosa bagi kalian atas kesalahan yang kalian lakukan secara tidak sengaja. Namun baru disebut berdosa jika memang disengaja oleh hati kalian.” (QS Al-Ahzab:5).

 

Gusi berdarah saat puasa karena proses pencabutan gigi maupun karena penyakit lain tidak akan membatalkan puasa apabila darah tidak tertelan dengan sengaja. Namun jika kita merasa ragu maka disarankan untuk melakukan tindakan pencabutan gigi atau perawatan gusi yang memiliki resiko pendarahan setelah waktu berbuka. Wallahu a’lam. Untuk itu, tetap jaga kesehatan mulut dengan rajin menyikat gigi dengan pasta gigi Pepsodent selama berpuasa. Insya Allah, masalah rongga mulut seperti gigi berlubang tak akan terjadi.

 

Sumber:

Qardhawi, Yusuf. 1996. Fatwa-Fatwa Kontemporer jilid 1. Gema Insani Press. Jakarta

Syaikh Muhamad bin Shalih Al-Utsaimin. 2007. Tuntunan Tanya Jawab Akidah, Shalat, Puasa dan Haji (Fatwa Arkanul Islam). Darul Falah

Inspirasi Lainnya
Inspirasi Populer