Ciri-ciri Haji Mabrur dan Cara Meraih Nya

Kita sering mendengar istilah mabrur saat mendoakan seseorang atau keluarga yang hendak berangkat melaksanakan Haji. Haji Mabrur sendiri memiliki pengertian taat berbakti. Kata Mabrur berasal dari Bahasa Arab yang berbunyi “Barra-Yaburru-barran”.

Namun dalam kamus Al-Munawir Basaha Indonesia, Mabrur artinya Ibadah Haji yang diterima oleh Allah SWT.

Dalam artikel ini, terdapat materi yang akan dibahas yakni:

  • Seputar Haji Mabrur
  • Ciri-Ciri Haji Mabrur
  • Cara Meraih Haji Mabrur
  • Hadist Tentang Haji Mabrur

Seputar Haji Mabrur

Haji Mabrur biasanya disebut juga dengan Haji Maqbul. Sama-sama memiliki pengertian berupa Haji yang diterima oleh Allah SWT. Ulama’ Indonesia memiliki beberapa definisi tentang Haji yang Mabrur. Adapun definisi tersebut sebagai berikut:

  • Haji Mabrur adalah ibadah Haji dimana seseorang yang melaksanakannya menahan diri dari hal-hal yang menyebabkan dosa.
  • Haji Mabrur adalah ibadah Haji yang menghindarkan diri dari kepura-puraan, pamer, dan mencari ketenaran.
  • Haji yang Mabrur adalah seorang peziarah yang dapat menahan diri dari perbuatan dosa sampai kematiannya tiba, serta tidak melakukan hal-hal yang membuatnya menyiakan-nyiakan ibadah hajinya.
  • Haji yang Mabrur adalah seseorang yang dapat melembutkan hatinya, meskipun sedang merasa berduka ia tidak menunjukkan kesedihan yang berlebihan.
  • Haji yang Mabrur adalah seseorang yang dengan sempurna dapat memenuhi perintah-perintah Allah.
  • Haji yang Maqbul atau Mabrur adalah seseorang yang setelah melaksanakan ibadaha Haji menjadi tidak memiliki ketertarikan pada duniawi, hanya tertarik kepada masalah akhirat.

Dari berbagai pengertian Haji Mabrur di atas, pada hakikatnya diwajibkan kepada setiap orang untuk senantiasa berharap ibadah haji yang dilaksanakannya menjadi ibadah Haji yang diterima oleh Allah SWT, menjadi haji yang Mabrur atau Maqbul.

Ciri-Ciri Haji Mabrur

Haji Mabrur dikatakan memiliki ciri-ciri, Sayyidina Imam Muhammad Ghazali menyatakan mengenai ciri-ciri Haji yang diterima oleh Allah SWT, sebagai berikut.

  • Apabila seseorang yang telah melaksanakan Haji dan mengalami kerugian ataupun masalah fisik dan keuangan maka dia menerimanya dengan keadaan apapun.
  • Seseorang meninggalkan dosa yang telah ia lakukan biasanya.
  • Seseorang meninggalkan persahabatan dengan teman-temannya yang memiliki perangai buruk, dan menjalin silaturahmi bersama dengan teman-teman yang sholeh dan sholihah.
  • Seseorang meninggalkan kesenangannya, dan bergabung dengan pertemuan zikir.
  • Tidak tertarik kepada hal-hal duniawi dan memperhatikan akhiratnya, setelah melihat Baitullah ia akan bersiap untuk bertemu Rab-Nya.

Cara Meraih Haji Mabrur

Adapun beberapa cara dan tuntunan yang dapat diikuti untuk berusaha meraih ibadah Haji yang Mabrur. Yakni sebagai berikut.

  • Luruskan niat untuk meraih Haji Mabrur. Niatkan sebagai ibadah dan jauhkan diri dari sifat-sifat kesombongan.
  • Gunakanlah harta yang halal untuk biaya melakukan ibadah Haji.
  • Beribadahlah dengan sikap yang Ihsan. Beribadah dengan tepat waktu.
  • Jauhilah tindakan rafats, fusuq, dan jidal. Seluruhnya merupakan tindakan yang tidak disenangi oleh Allah SWT.
  • Perbanyaklah melakukan perbuatan baik selama perjalanan dan melaksanakan ibadah Haji.
  • Berlakulah dengan sabar dan perbanyak rasa syukur kepada Allah SWT.
  • Batasilah interaksi dengan lawan jenis, jangan berlebihan.
  • Merendahkan diri dihadapan Allah selama melaksanakan ibadah Haji. Jagalah ke-ikhlasan dalam beribadah.
  • Hindari pungutan liar. Untuk menghindarkan diri dari sesuatu yang haram maka hindarilah pungutan liar yang biasa terjadi pada penambahan ongkos kendaraan, penambahan biaya hewan untuk membayar dam atau qurban.
  • Jalankan seluruh rangkaian kegiatan Haji dengan patuh pada tuntunan Rasulullah SAW.

Setiap orang pasti berkeinginan ibadah Hajinya menjadi ibadah yang Mabrur. Dengan memaksimalkan ikhtiar, menjauhi larangan Allah, serta patuh pada segala perintah dan tuntunannya InsyaAllah kita semua akan dimudahkan untuk menjadi Haji yang Mabrur.

Hadist Tentang Haji Mabrur

Berikut ini merupakan hadist-hadist tentang Haji Mabrur yang dapat dijadikan sebagai pedoman pembelajaran untuk mempersiapkan menunaikan ibadah Haji, agar Haji kita dapat menjadi Haji yang Mabrur dan diterima oleh Allah SWT.

  • Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Iringilah ibadah haji dengan (memperbanyak) ibadah umrah (berikutnya), karena sesungguhnya keduanya dapat menghilangkan kefakiran dan dosa-dosa sebagaimana alat peniup besi panas menghilangkan karat pada besi, emas dan perak. Dan tidak ada (balasan) bagi (pelaku) haji yang mabrur melainkan surga” (HR. Ahmad &Tirmidzi).
  • Abu Hurairah radliallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Umrah ke ‘umrah berikutnya menjadi penghapus dosa antara keduanya dan haji mabrur tidak ada balasannya kecuali surga“. [Muttafaq ‘alaih: Shahih al-Bukhari (no. 1650), Shahiih Muslim (no. 2403), Sunan at-Tirmidzi (no. 855), Sunan Ibnu Majah (no. 2879), Sunan an-Nasa-i (no. 2582].
  • Barangsiapa yang berhaji tanpa berbuat raftas (segala syahwat lelaki kepada perempuan) dan kefasikan (maksiat), maka akan kembali dalam keadaan sebagaimana dia dilahirkan ibunya”. (HR. Bukhari dan Muslim).
  • Nabi Muhammad SAW ditanya tentang amalan apa yang paling mulia, beliau menjawab: “Iman kepada Allah dan Rasul-Nya”. “Kemudian apa?”. “Berjihad di jalan Allah”. “Kemudian apa?”. “Haji Mabrur”. (HR. Bukhari).