Kurban Patungan : Hukum, Pahala, dan Dalil

kurban patungan

Kurban Patungan ~ Kurban pada bahasa Arab memiliki pengertian hewan sembelihan. Bagi umat islam menyembelih kurban dilakukan pada hari raya Idul Adha dan termasuk syariat di dalam Al-Quran.

Sedangkan dalam pelaksanaan kurban terdapat jenis kurban patungan, yang belum banyak diketahui oleh umat muslim. Maka dari itu dalam artikel ini akan di bahas secara lengkap mengenai pengertian kurban patungan, hukum, pahala dan dalil yang menyertainya.

Pengertian Kurban Patungan

Kurban patungan adalah ibadah kurban di hari raya Idul Adha, yang dilakukan dengan memakai dana patungan dari 7 orang. Jadi umat Islam yang hendak melaksanakan ibadah kurban dapat melakukan kurban dari hasil patungan 7 orang tersebut.

Sedangkan untuk jenis hewan yang diperbolehkan ketika melakukan ibadah kurban patungan adalah sapi maupun unta. Jadi kambing tidak masuk kedalam hewan yang diperbolehkan untuk dilakukan kurban patungan.

Jadi bagi Anda yang ingin berkorban namun belum memiliki kecukupan secara materi, bisa berkurban dengan menggunakan cara kurban patungan ini. Hal ini karena selain mampu orang yang berkurban juga harus memiliki niat yang tulus dan ikhlas.

Hukum Kurban Patungan

Bagi Anda yang masih asing dengan kurban patungan pasti banyak yang bertanya. Sahkah kurban patungan tersebut? Lantas apakah kurban patungan diijinkan dalam Islam?

Kurban patungan adalah salah satu jenis ibadah kurban yang diperbolehkan dalam Islam. Banyak sekali dalil dan pendapat dari beberapa ulama yang menghalalkan ibadah kurban patungan ini.

Seperti yang diketahui bahwa dalam Islam menjamin dan memberikan kemudahan bagi umatnya untuk melakukan ibadah. Maka dari itu bagi Anda yang ingin berqurban secara tulus dan ikhlas, namun masih terbatas dalam materi bisa melaksanakan kurban patungan.

Pahala Kurban Patungan

Ibadah dalam agama islam sangatlah dipermudah. Maka dari itu bagi Anda yang ingin menunaikan ibadah apapun tidak ada alasan kesulitan lagi. Hal ini menunjukkan cinta kasih dari Allah SWT sangat mudah untuk Anda dapatkan.

Di bawah ini adalah beberapa pahala yang akan Anda dapatkan dengan menjalankan ibadah kurban patungan, yaitu:

Memperoleh Taqwa

Pelaksanaan ibadah kurban adalah bentuk ketaqwaan akan perintah Allah SWT. Maka dari itu dengan pelaksanaan kurban, baik itu kurban secara umum maupun kurban patungan Anda akan mendapatkan ketaqwaan untuk memperoleh ridho dari Allah SWT.

Mensucikan Harta dan Dirinya

Kurban memiliki pahala yang cukup banyak. Salah satunya adalah sebagai jalan untuk mensucikan harta yang didapatkan setiap tahunnya. Maka dari itu bagi umat muslim yang mampu diwajibkan untuk melaksanakan ibadah kurban.

Hal ini karena ibadah kurban patungan termasuk jenis ibadah yang disukai oleh Allah SWT.

Ajang Penebusan Dosa dan Memohon Ampunan Allah

Ibadah kurban sebagai ajang penebusan dosa sudah dijelaskan dalam hadis HR. Al Bazzar dan Ibn Hibban. Hal ini  juga memperkuat pendapat bahwa hikmah yang bisa Anda dapatkan dalam menjalankan ibadah kurban sangatlah banyak.

Dalil Kurban Patungan

Ketentuan hukum diperbolehkannya ibadah kurban patungan diatas, juga diperkuat dengan dalil dan pendapat dari beberapa ulama Islam.

Pendapat mayoritas ulama memperbolehkan hukum penyembelihan kurban patungan ini. Dalam pandangan ulama dari daalil yang ada juga dijelaskan bahwa patungan kurban ini diperbolehkan untuk sapi atau unta dengan maksimal tujuh orang.

Sedangkan anggota patungan boleh dari kalangan keluarga maupun orang lain. Berikut ini adalah beberapa dalil kurban patungan, yang ikut menguatkan hukum kurban patungan itu diperbolehkan, yaitu:

Ibnu Qudamah di Kitab Al-Mughni

“Kurban seekor unta atas nama tujuh orang, begitu juga dengan seekor sapi diperbolehkan oleh mayoritas ulama.

An-Nawawi di Al-Majmu’

“Diperbolehkan patungan sebanyak tujuh orang untuk kurban unta atau sapi, baik keseluruhan bagiannya dari keluarga maupun orang lain”

Ibnu Abbas Dalam Al-Mustadra HR Al-Hakim

“Kami pernah bepergian bersama Rasulullah SAW, kebetulan di tengah perjalanan hari raya Idul Adha (yaumun nahr) datang. Akhirnya, kami patungan membeli sapi sebanyak tujuh orang untuk dikurbankan”

Jabir Bin “Abdullah dalam HR Muslim

“Kami pernah ikut haji tamattu’ (mendahulukan umrah daripada haji) bersama Rasulullah SAW, lalu kami menyembelih sapi dari hasil patungan sebanyak tujuh orang”